Pages

Tampilkan postingan dengan label Bahasa Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bahasa Indonesia. Tampilkan semua postingan

Rabu, 07 September 2016

MAJAS

Majas Pertentangan

1. Antitesis

    Antitetis adalah majas yang mempergunakan pasangan kata yang berlawanan artinya.

Contoh :

a. Tua muda, Besar kecil, ikut meramaikan festival itu.


2. Paradoks

    Paradoks adalah majas yang mengandung pertentangan antara pernyataan dan fakta yang ada.


Majas Sindiran

1. Ironi

    Ironi adalah majas yang menyatakan hal yang bertentangan dengan maksud menyindir.

Contoh:

a. Ini baru siswa teladan, setiap hari pulang malam


2. Sinisme

    Sinisme adalah majas yang menyatakan sindiran secara langsung.

Contoh:

a. Lama-lama aku bisa jadi gila melihat tingkah lakumu itu


3. Sarkasme

    Sarkasme adalah majas sindiran yang paling kasar. Majas ini biasanya diucapkan oleh orang yang sedang marah.

Contoh:

a. Mau muntah aku melihat wajahmu, Pergi kamu!

Kamis, 01 September 2016

Pengertian Kalimat Konotasi dan Denotasi

Kalimat Konotasi
Kalimat konotasi merupakan kalimat yang memiliki makna ekplisit atau makna yang bukan sebenarnya ada di kalimat. Kalimat konotasi biasanya mengandung ungkapan atau kiasan tertentu. Dalam bahasa Indonesia, kalimat konotasi bisa bermakna positif ataupun negatif. Konotasi yang bermakna positif misalnya “lapang dada” yang bermakna bersabar. Sedangkan konotasi yang bermakna negatif contohnya“panjang tangan” yang bermakna suka mencuri.

Kalimat konotasi banyak digunakan pada karya sastra seperti pada puisi, pantun, cerpen, dan karya sastra yang lainnya, karena kalimat konotasi dianggap lebih indah daripada kalimat denotasi.

Bagaimana mengidentifikasi apakah suatu kalimat tersebut merupakan kalimat konotasi atau bukan? Hal tersebut bisa terlihat melalui ambigu maknanya. Apabila makna kalimat tersebut masuk akal, maka itu merupakan kalimat denotasi. Sedangkan apabila dianggap tidak masuk akal, maka kalimat tersebut merupakan kalimat konotasi.

Contoh kalimat konotasi

1. Danu menjadi anak emas di kelas.
2. Maria adalah anak kesayangan di dalam keluarganya.

Contoh kalimat nomor satu merupakan kalimat konotasi, karena kalimat tersebut memiliki makna yang tersirat, yang dimaksud “anak emas” dalam contoh tersebut  bukan anak yang terbuat dari emas sehingga tidaklah masuk akal. Maka, kalimat nomor satu merupakan kalimat konotasi. 

Contoh – contoh kalimat konotasi :
Fara hidup sebatang kara di kota rantau.
Sebatang kara = Sendirian

Tidak ada yang tahu bahwa Hamid adalah serigala berbulu domba.
Serigala berbulu domba = penjahat yang berpura – pura baik.

Wasapadalah terhadap musuh di dalam selimut!
Musuh dalam selimut = musuh yang berpura – pura menjadi teman.

Banu tidak menyadari bahwa dirinya sudah jadi sapi perah oleh teman – temannya.
Sapi perah = Orang yang hanya dimanfaatkan saja

Aku tidak percaya dengan kabar angin yang terdengar sekarang.
Kabar angin = berita yang tidak jelas informasinya

Vivi rela menjadi kambing hitam ketika ada masalah itu.
Kambing hitam = orang yang selalu disalahkan

Budi besar kepala, itulah mengapa teman – teman menjauhinya.
Besar kepala = sombong

Pak Komar sangat rendah hati kepada siapapun, termasuk orang yang tidak dikenalnya.
Rendah hati = tidak sombong
Pengertian dan Contoh Kalimat Konotasi dan Denotasi


Kalimat Denotasi
Kalimat denotasi merupakan kalimat yang merujuk kepada makna yang sebenarnya. Maka yang dimaksud di sini adalah, kalimat denotasi tidak menyembunyikan makna khusus atau memiliki arti lain, karena kalimat denotasi adalah menyampaikan apa yang sebenarnya tertulis di dalam kalimat.

Kalimat denotasi banyak digunakan pada teks ilmiah seperti jurnal, laporan ilmiah, laporan penelitian, dan lain – lain. Hal tersebut karena kalimat denotasi tidak memiliki ambigu atau tafsir ganda yang hanya terjadi pada kalimat konotasi.

Untuk membedakan apakah suatu kalimat merupakan kalimat konotasi atau bukan, adalah dengan melihat ke dalam konteks kalimat tersebut, apakah kalimat tersebut memiliki makna ganda atau tidak. Apabila memiliki makna ganda, maka kalimat tersebut adalah kalimat konotasi.

Contoh Kalimat Denotasi

1. Prama menyeret tetangganya ke meja hijau guna mendapatkan pengadilan.
2. Yuri menaruh buku di atas meja hijau yang ada di ruangan itu.

Kalimat pertama yang ada di contoh di atas memiliki makna ganda atau ambiguitas, apakah “meja hijau” merupakan meja berwarna hijau ataukah sebenarnya ada hal yang lain yang dimaksud. Sedangkan pada kalimat nomor dua, tidak ditemukan keambiguitasan,
Maka, kalimat nomor dua merupakan kalimat denotasi.

Contoh – Contoh Kalimat Denotasi :
1.    Arya memiliki tangan yang panjang, lebih panjang dari tangan manusia umumnya.
2.    Kumbang Banteng mempunyai kepala yang keras apabila dibandingkan dengan kumbang lainnya.
3.    Melihat pembantunya sedang mengepel lantai, Rani mengangkat kaki ke atas meja.
4.    Ular, kadal, dan beberapa jenis hewan reptil lainnya adalah hewan berdarah dingin.
5.    Pak walikota meresmikan sebuah lapangan sepak bola baru yang diberi nama Lapangan Dada.

Kamis, 25 Agustus 2016

Pengertian Puisi, Prosa, Cerpen dan Novel

1.  Puisi

Menurut KBBI, puisi adalah gubahan dalam bahasa yang bentuknya dipilih dan ditata secara cermat sehingga mempertajam kesadaran orang akan pengalaman dan membangkitkan tanggapan khusus lewat penataan bunyi, irama, dan makna khusus.

Dalam sejarah kesusastraan Indonesia, puisi merupakan genre yang paling tua. Genre ini telah ditemukan dalam naskah-naskah  Melayu, seperti Adat Raja-Raja Melayu dan Hikayat Sri Rama. Sebelumnya, puisi juga telah ditemukan dalam epos Mahabarata dan Ramayana yang dibawa para pedagang India sekitar abad ke-10.

Sejak saat itu, puisi (yang dulu lebih dikenal dengan pantun) berkembang di nusantara dan biasanya digunakan untuk menyampaikan amanat. Selanjutnya, fungsi puisi meluas menjadi wadah mengekspresikan pendapat/ide. Saat ini, puisi kerap digunakan untuk media kritik sosial yang mencakup realitas kehidupan masyarakat Indonesia.

2.  Prosa

Prosa merupakan karangan bebas yang tidak terikat kaidah seperti terdapat pada puisi. Prosa termasuk ke dalam genre sastra selain drama dan puisi. Prosa dapat berbentuk fiksi dan ilmiah. Prosa fiksi mencakup cerpen dan novel/roman, sedangkan prosa ilmiah dapat berupa pidato, iklan, khotbah, dan lain-lain.

Prosa fiksi seperti cerpen dan novel banyak dijumpai di pasaran bebas. Disebut fiksi karena cerita yang diangkat dalam cerpen dan novel biasanya berupa cerita khayalan/tidak nyata. Namun, cerita-cerita tersebut tetap menggunakan tema-tema kehidupan nyata/realitas manusia, tetapi diolah dan disuguhkan dalam bentuk fiksi.

3.  Cerpen

Cerpen termasuk karya fiksi yang terbentuk dari unsur-unsur seperti tema, penokohan, alur, latar, dan sudut pandang. Berbeda dengan roman dan novel, cerpen tidak terlihat dengan jelas. Pengarang cerpen memperoleh inspirasi dari segala peristiwa yang menyangkut pengalaman batin, fenomena sosial, maupun keadaan lingkungan hidup. Permasalahan yang biasa diangkat adalah masalah keberagaman, keluarga, cinta, konflik sosial, bahkan angan-angan pengarangnya.

4.  Novel

Novel adalah karangan prosa panjang yang mengandung rangkaian cerita kehidupan seseorang dengan orang di sekelilingnya dengan menonjolkan watak dan sifat pelaku. Berbeda dengan cerpen, novel memiliki alur yang lebih luas dan jelas, perwatakan lebih dalam, dan setting yang beragam. Unsur-unsur dalam novel sama dengan unsur-unsur cerpen. Pada hakikatnya, cerpen dan novel adalah karya sejenis, hanya berbeda hal panjang dan pendeknya.

Dalam kesusastraan Indonesia, sudah banyak novel yang muncul sejak 20-an, seperti novel Siti Nurbaya, Salah Asuhan, Atheis, dan lain-lain. Novel Indonesia berkembang pesat denga ditandai meluasnya tema yang diangkat. Pada awalnya, tema pernovelan Indonesia hanya berkisah mengenai adat istiadat dan religuisitas saja. Namun, saat ini tema-tema seperti politik, sosial, wnaita, dan percintaan banyak dipilih para pengarang Indonesia.

Beragam tema yang diangkat membuat pengetahuan masyarakat menjadi beragam pula karena pembuatan novel selalu didasarkan pada observasi yang akurat sebagai latar belakang penguat cerita.

Kamis, 18 Agustus 2016

Contoh Pidato Pendidikan



Assalamualaikum Wr. Wb.

Hadirin yang saya hormati.

Dalam kesempatan yang berbahagia ini marilah kita bersyukur kepada Allah SWT. Atas segala nikmat serta hidayah-Nya yang telah dicurahkan kepada kita semua sehingga pada kesempatan kali ini kita bisa hadir dalam acara peringatan hari pendidikan nasional.

Hadirin yang berbahagia.

Dalam mencari ilmu, Allah sendiri pernah menguji para Malaikat-malaikat-Nya. Bahwa ternyata tidak ada seseorangpun di dunia ini yang mempunyai ilmu pengetahuan, kecuali hanya Allah. Dan sebagian ilmu yang kita miliki ini adalah titipan Allah. Bahkan Malaikat pun tidak akan memiliki ilmu pengetahuan, selain apa yang telah diajarkan kepadanya. Oleh karena itu kita tidak boleh sombong dengan pengetahuan yang kita miliki. Bahkan dengan apapun yang kita miliki tidak boleh sombong.

Hadirin yang saya hormati.

Sebagian dari keutamaan orang mencari ilmu adalah dimudahkan serta dibimbing melalui jalan menuju kebenaran. Betapa pentingnya orang yang menuntut ilmu, sehingga diberikan pengetahuan yang luar biasa. Peranan para tenaga pengajar juga sangatlah penting. Sehingga orang yang bersamanya dukuk untuk menimba ilmu pengetahuan darinya walaupun hanya satu jam saja itu lebih disukai oleh Allah dari pada pahalanya dalam beribadah seribu tahun.

Hanya itu yang bisa saya sampaikan, mudah-mudahan ada manfaatnya serta diberikan ilmu yang bermanfaat dan di ridha’i Allah. Amiin

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Kamis, 11 Agustus 2016

Makna Denotatif dan Konotatif

Assalamualaikum Wr.Wb

Pada pembelajaran kali ini kebetulan saya belajar bahasa indonesia dan saya hanya ingin memposting tentang pelajaran Bahasa Indonesia dan saya akan menjelaskan Sesuai yang diberikan oleh guru saya, berikut penjelasannya.
 
Makna Denotatif biasanya disebut Makna Harfiah (Asli dan sebenarnya)
Makna Konotatif biasanya disebut Makna Kiasan (Bukan sebenarnya)

Majas Perbandingan ada 12:
1. Metafora
       Metafora adalah majas yang membandingkan benda satu dengan benda yang lain.
Contohnya: Pemuda adalah tulang punggung negara.
 
2. Personifikasi
       Personifikasi adalah majas yang membandingkan benda mati seolah-olah hidup bernyawa seperti manusia.
Contohnya: Pulpen itu menari-nari diatas buku.
 
3.Litotes
      Litotes adalah majas perbandingan yang merendahkan sesuatu.
Contohnya: Singgahlah digugupku kalau engkau tidak keberatan.
 
4. Hiperbola
       Hiperbola adalah majas perbandingan yang berlebih-lebihkan sesuatu sampai-sampai tidak masuk akal.
Contohnya: Luas rumahku seluas samudra.
 
5. Alegori
       Alegori adalah majas perbandingan yang bercerita singkat dengan menggunakan kata kiasan (Konotatif).
Contohnya: Rizal adalah bintang kelas. Otaknya bagaikan komputer yang bisa menyelesaikan soal matematika dengan cepat.
 
6. Simbolik
       Simbolik adalah perbandingan yang menggunakan simbol atau lambang.
Contohnya: Laki-laki bersifat playboy.
 
7. Alusio 
       Alusio adalah majas perbandingan yang menggunakan sampiran pada pantun.
Contohnya: Dasar tua-tua keladi.
 
8. Metonomia
       Metonomia adalah majas perbandingan yang menggunakan merek barang atau dagangan.
Contohnya: saya kesekolah menggunakan avanza setiap hari.
 
9. Sinekdokhe
    a) Pars Pro Toto
        Sebagian untuk seluruh
        Contohnya: Ibu membeli dua ekor ayam.
    b) Totem Pro Parte
         Seluruh untuk sebagian
         Contohnya: Kelas XII Multimedia 3 memenangkan lomba basket.
 
10. Eufemisme
         Eufemisme adalah majas perbandingan yang menggunakan bahasa halus dan sopan.
Contohnya: Bapak itu diistirahatkan dari sekolah.
 
11. Antonomasia
         Antonomasia adalah majas perbandingan yang menggunakan julukan atau kedudukan seseorang.
Contohnya: Sihitam itu selalu tersenyum melihatku.
 
12. Tropen
         Tropen adalah majas perbandingan yang menggunakan julukan dengan kebiasaan orang itu.
Contohnya: Kamu berjalan kesana kemari seperti setrikaan saja.

 


Begitulah postingan saya kali ini dan semoga postingan saya ini bermanfaat bagi kawan-kawan lainnya.
Wassalam

Kamis, 04 Agustus 2016

Memahami Iklan, Pidato dan Puisi

Iklan
    Iklan ialah informasi yang disajikan lewat media massa, buletin atau surat edaran yang bertujuan untuk memberitahukan atau mempromosikan suatu barang atau jasa kepada khalayak untuk kepentingan bisnis, pengumuman, atau pelayanan publik. Iklan terdiri atas iklan keluarga, undangan, pengumuman, penerangan, niaga, lowongan pekerjaan, dan sebagainya.

Ciri-ciri bahasa iklan:
(1) Kalimatnya  singkat; hanya menonjolkan bagian-bagian yang dipentingkan,
(2) Uraian bersifat informatif dan persuasif,
(3) Menggunakan kata-kata yang terpilih dan menarik perhatian orang untuk mengetahui, mencoba, atau ingin memiliki.

Pidato atau Khotbah
     Pidato ialah aktivitas mengungkapkan pikiran, ide, gagasan secara lisan dalam bentuk rangkaian kata-kata atau kalimat kepada orang banyak dengan tujuan tertentu. Pidato biasanya dilakukan dalam acara-acara resmi, seremonial, dan pertemuan-pertemuan ilmiah.

Bagian-bagian pidato ialah seperti berikut.
1. Bagian pembukaan yang berisi:
    (1) salam pembuka
    (2) ungkapan sapaan
    (3) puji syukur kepada Tuhan
    (4) penegasan konteks pertemuan atau acara
2. Bagian isi berisi uraian pidato sesuai dengan yang telah direncanakan atau ingin disampaikan.
3. Penutup pidato, berisi:
    (1) kesimpulan isi pidato
    (2) harapan-harapan atau himbauan
    (3) ucapan  terima kasih dan permohonan maaf
    (4) salam penutup

Beberapa hal berikut harus diperhatikan dalam menyimak pidato.
1. Simaklah isi pidato dengan saksama dari awal hingga akhir.
2. Pahami gagasan, pendapat, atau pesan yang disampaikan dalam pidato.
3. Ingatlah atau catatlah hal-hal penting yang terdapat dalam uraian pidato dan beri komentar.

Memahami  Puisi
1. Pengertian Puisi
    Puisi adalah salah satu bentuk karya sastra yang berbeda dari bentuk sastra lain seperti prosa dan drama.
2. Hakikat Puisi
   ada tiga aspek yang perlu diperhatikan untuk memahami hakikat puisi. Tiga aspek tersebut, yaitu: sifat seni, kepadatan, dan ekspresi tidak langsung.
    a. Sifat atau Fungsi Seni
          Sebagai karya sastra, di dalam puisi harus terdapat unsur estetika atau keindahan. Unsur ini dapat dibangun dengan pemanfaatan gaya bahasa.
    b. Kepadatan
          Di dalam puisi, ungkapan yang ingin disampaikan tidak semuanya diuraikan. Puisi hanya mengungkapkan inti masalah, peristiwa, atau cerita.
    c. Ekspresi Tidak Langsung
          Selain mengandung nilai estetika atau keindahan serta bentuk pilhan kata dan tata kalimat yang mengandung pengertian yang padat, puisi juga merupakan media pengungkapan ekspresi secara tidak
langsung.
3.  Unsur-Unsur di dalam Puisi
     a. Tema
           Tema adalah landasan atau dasar pijakan bagi penyair untuk mengembangkan puisi.
     b. Perasaan /Rasa
           Rasa adalah ungkapan atau ekspresi penyair kepada sesuatu yang dituangkan ke dalam puisinya.
     c. Nada dan Suasana
           Nada adalah bentuk sikap atau keinginan penyair terhadap pembaca. Apakah penyair lewat puisinya ingin memberikan nasihat, menyindir, mengkritik, atau mengejek pembaca.
     d. Pesan atau Amanat
           Pesan atau amanat adalah hal yang ingin disampaikan oleh penyair kepada pembaca lewat kata-kata dalam puisinya.