Majas Pertentangan
1. Antitesis
Antitetis adalah majas yang mempergunakan pasangan kata yang berlawanan artinya.
Contoh :
a. Tua muda, Besar kecil, ikut meramaikan festival itu.
2. Paradoks
Paradoks adalah majas yang mengandung pertentangan antara pernyataan dan fakta yang ada.
Majas Sindiran
1. Ironi
Ironi adalah majas yang menyatakan hal yang bertentangan dengan maksud menyindir.
Contoh:
a. Ini baru siswa teladan, setiap hari pulang malam
2. Sinisme
Sinisme adalah majas yang menyatakan sindiran secara langsung.
Contoh:
a. Lama-lama aku bisa jadi gila melihat tingkah lakumu itu
3. Sarkasme
Sarkasme adalah majas sindiran yang paling kasar. Majas ini biasanya diucapkan oleh orang yang sedang marah.
Contoh:
a. Mau muntah aku melihat wajahmu, Pergi kamu!
Tampilkan postingan dengan label Bahasa Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bahasa Indonesia. Tampilkan semua postingan
Rabu, 07 September 2016
Kamis, 01 September 2016
Pengertian Kalimat Konotasi dan Denotasi
Kalimat Konotasi
Kalimat konotasi merupakan kalimat yang memiliki makna ekplisit atau
makna yang bukan sebenarnya ada di kalimat. Kalimat konotasi biasanya
mengandung ungkapan atau kiasan tertentu. Dalam bahasa Indonesia,
kalimat konotasi bisa bermakna positif ataupun negatif. Konotasi yang
bermakna positif misalnya “lapang dada” yang bermakna bersabar.
Sedangkan konotasi yang bermakna negatif contohnya“panjang tangan” yang
bermakna suka mencuri.Kalimat konotasi banyak digunakan pada karya sastra seperti pada puisi, pantun, cerpen, dan karya sastra yang lainnya, karena kalimat konotasi dianggap lebih indah daripada kalimat denotasi.
Bagaimana mengidentifikasi apakah suatu kalimat tersebut merupakan kalimat konotasi atau bukan? Hal tersebut bisa terlihat melalui ambigu maknanya. Apabila makna kalimat tersebut masuk akal, maka itu merupakan kalimat denotasi. Sedangkan apabila dianggap tidak masuk akal, maka kalimat tersebut merupakan kalimat konotasi.
Contoh kalimat konotasi
1. Danu menjadi anak emas di kelas.2. Maria adalah anak kesayangan di dalam keluarganya.
Contoh kalimat nomor satu merupakan kalimat konotasi, karena kalimat tersebut memiliki makna yang tersirat, yang dimaksud “anak emas” dalam contoh tersebut bukan anak yang terbuat dari emas sehingga tidaklah masuk akal. Maka, kalimat nomor satu merupakan kalimat konotasi.
Contoh – contoh kalimat konotasi :
Fara hidup sebatang kara di kota rantau.
Sebatang kara = Sendirian
Tidak ada yang tahu bahwa Hamid adalah serigala berbulu domba.
Serigala berbulu domba = penjahat yang berpura – pura baik.
Wasapadalah terhadap musuh di dalam selimut!
Musuh dalam selimut = musuh yang berpura – pura menjadi teman.
Banu tidak menyadari bahwa dirinya sudah jadi sapi perah oleh teman – temannya.
Sapi perah = Orang yang hanya dimanfaatkan saja
Aku tidak percaya dengan kabar angin yang terdengar sekarang.
Kabar angin = berita yang tidak jelas informasinya
Vivi rela menjadi kambing hitam ketika ada masalah itu.
Kambing hitam = orang yang selalu disalahkan
Budi besar kepala, itulah mengapa teman – teman menjauhinya.
Besar kepala = sombong
Pak Komar sangat rendah hati kepada siapapun, termasuk orang yang tidak dikenalnya.
Rendah hati = tidak sombong
Kalimat Denotasi
Kalimat denotasi merupakan kalimat yang merujuk kepada makna yang
sebenarnya. Maka yang dimaksud di sini adalah, kalimat denotasi tidak
menyembunyikan makna khusus atau memiliki arti lain, karena kalimat
denotasi adalah menyampaikan apa yang sebenarnya tertulis di dalam
kalimat.Kalimat denotasi banyak digunakan pada teks ilmiah seperti jurnal, laporan ilmiah, laporan penelitian, dan lain – lain. Hal tersebut karena kalimat denotasi tidak memiliki ambigu atau tafsir ganda yang hanya terjadi pada kalimat konotasi.
Untuk membedakan apakah suatu kalimat merupakan kalimat konotasi atau bukan, adalah dengan melihat ke dalam konteks kalimat tersebut, apakah kalimat tersebut memiliki makna ganda atau tidak. Apabila memiliki makna ganda, maka kalimat tersebut adalah kalimat konotasi.
Contoh Kalimat Denotasi
1. Prama menyeret tetangganya ke meja hijau guna mendapatkan pengadilan.2. Yuri menaruh buku di atas meja hijau yang ada di ruangan itu.
Kalimat pertama yang ada di contoh di atas memiliki makna ganda atau ambiguitas, apakah “meja hijau” merupakan meja berwarna hijau ataukah sebenarnya ada hal yang lain yang dimaksud. Sedangkan pada kalimat nomor dua, tidak ditemukan keambiguitasan,
Maka, kalimat nomor dua merupakan kalimat denotasi.
Contoh – Contoh Kalimat Denotasi :
1. Arya memiliki tangan yang panjang, lebih panjang dari tangan manusia umumnya.
2. Kumbang Banteng mempunyai kepala yang keras apabila dibandingkan dengan kumbang lainnya.
3. Melihat pembantunya sedang mengepel lantai, Rani mengangkat kaki ke atas meja.
4. Ular, kadal, dan beberapa jenis hewan reptil lainnya adalah hewan berdarah dingin.
5. Pak walikota meresmikan sebuah lapangan sepak bola baru yang diberi nama Lapangan Dada.
Kamis, 25 Agustus 2016
Pengertian Puisi, Prosa, Cerpen dan Novel
1. Puisi
Menurut KBBI, puisi adalah gubahan dalam bahasa yang bentuknya dipilih dan ditata secara cermat sehingga mempertajam kesadaran orang akan pengalaman dan membangkitkan tanggapan khusus lewat penataan bunyi, irama, dan makna khusus.
Dalam sejarah kesusastraan Indonesia, puisi merupakan genre yang paling tua. Genre ini telah ditemukan dalam naskah-naskah Melayu, seperti Adat Raja-Raja Melayu dan Hikayat Sri Rama. Sebelumnya, puisi juga telah ditemukan dalam epos Mahabarata dan Ramayana yang dibawa para pedagang India sekitar abad ke-10.
Sejak saat itu, puisi (yang dulu lebih dikenal dengan pantun) berkembang di nusantara dan biasanya digunakan untuk menyampaikan amanat. Selanjutnya, fungsi puisi meluas menjadi wadah mengekspresikan pendapat/ide. Saat ini, puisi kerap digunakan untuk media kritik sosial yang mencakup realitas kehidupan masyarakat Indonesia.
2. Prosa
Prosa merupakan karangan bebas yang tidak terikat kaidah seperti terdapat pada puisi. Prosa termasuk ke dalam genre sastra selain drama dan puisi. Prosa dapat berbentuk fiksi dan ilmiah. Prosa fiksi mencakup cerpen dan novel/roman, sedangkan prosa ilmiah dapat berupa pidato, iklan, khotbah, dan lain-lain.
Prosa fiksi seperti cerpen dan novel banyak dijumpai di pasaran bebas. Disebut fiksi karena cerita yang diangkat dalam cerpen dan novel biasanya berupa cerita khayalan/tidak nyata. Namun, cerita-cerita tersebut tetap menggunakan tema-tema kehidupan nyata/realitas manusia, tetapi diolah dan disuguhkan dalam bentuk fiksi.
3. Cerpen
Cerpen termasuk karya fiksi yang terbentuk dari unsur-unsur seperti tema, penokohan, alur, latar, dan sudut pandang. Berbeda dengan roman dan novel, cerpen tidak terlihat dengan jelas. Pengarang cerpen memperoleh inspirasi dari segala peristiwa yang menyangkut pengalaman batin, fenomena sosial, maupun keadaan lingkungan hidup. Permasalahan yang biasa diangkat adalah masalah keberagaman, keluarga, cinta, konflik sosial, bahkan angan-angan pengarangnya.
4. Novel
Novel adalah karangan prosa panjang yang mengandung rangkaian cerita kehidupan seseorang dengan orang di sekelilingnya dengan menonjolkan watak dan sifat pelaku. Berbeda dengan cerpen, novel memiliki alur yang lebih luas dan jelas, perwatakan lebih dalam, dan setting yang beragam. Unsur-unsur dalam novel sama dengan unsur-unsur cerpen. Pada hakikatnya, cerpen dan novel adalah karya sejenis, hanya berbeda hal panjang dan pendeknya.
Dalam kesusastraan Indonesia, sudah banyak novel yang muncul sejak 20-an, seperti novel Siti Nurbaya, Salah Asuhan, Atheis, dan lain-lain. Novel Indonesia berkembang pesat denga ditandai meluasnya tema yang diangkat. Pada awalnya, tema pernovelan Indonesia hanya berkisah mengenai adat istiadat dan religuisitas saja. Namun, saat ini tema-tema seperti politik, sosial, wnaita, dan percintaan banyak dipilih para pengarang Indonesia.
Beragam tema yang diangkat membuat pengetahuan masyarakat menjadi beragam pula karena pembuatan novel selalu didasarkan pada observasi yang akurat sebagai latar belakang penguat cerita.
Menurut KBBI, puisi adalah gubahan dalam bahasa yang bentuknya dipilih dan ditata secara cermat sehingga mempertajam kesadaran orang akan pengalaman dan membangkitkan tanggapan khusus lewat penataan bunyi, irama, dan makna khusus.
Dalam sejarah kesusastraan Indonesia, puisi merupakan genre yang paling tua. Genre ini telah ditemukan dalam naskah-naskah Melayu, seperti Adat Raja-Raja Melayu dan Hikayat Sri Rama. Sebelumnya, puisi juga telah ditemukan dalam epos Mahabarata dan Ramayana yang dibawa para pedagang India sekitar abad ke-10.
Sejak saat itu, puisi (yang dulu lebih dikenal dengan pantun) berkembang di nusantara dan biasanya digunakan untuk menyampaikan amanat. Selanjutnya, fungsi puisi meluas menjadi wadah mengekspresikan pendapat/ide. Saat ini, puisi kerap digunakan untuk media kritik sosial yang mencakup realitas kehidupan masyarakat Indonesia.
2. Prosa
Prosa merupakan karangan bebas yang tidak terikat kaidah seperti terdapat pada puisi. Prosa termasuk ke dalam genre sastra selain drama dan puisi. Prosa dapat berbentuk fiksi dan ilmiah. Prosa fiksi mencakup cerpen dan novel/roman, sedangkan prosa ilmiah dapat berupa pidato, iklan, khotbah, dan lain-lain.
Prosa fiksi seperti cerpen dan novel banyak dijumpai di pasaran bebas. Disebut fiksi karena cerita yang diangkat dalam cerpen dan novel biasanya berupa cerita khayalan/tidak nyata. Namun, cerita-cerita tersebut tetap menggunakan tema-tema kehidupan nyata/realitas manusia, tetapi diolah dan disuguhkan dalam bentuk fiksi.
3. Cerpen
Cerpen termasuk karya fiksi yang terbentuk dari unsur-unsur seperti tema, penokohan, alur, latar, dan sudut pandang. Berbeda dengan roman dan novel, cerpen tidak terlihat dengan jelas. Pengarang cerpen memperoleh inspirasi dari segala peristiwa yang menyangkut pengalaman batin, fenomena sosial, maupun keadaan lingkungan hidup. Permasalahan yang biasa diangkat adalah masalah keberagaman, keluarga, cinta, konflik sosial, bahkan angan-angan pengarangnya.
4. Novel
Novel adalah karangan prosa panjang yang mengandung rangkaian cerita kehidupan seseorang dengan orang di sekelilingnya dengan menonjolkan watak dan sifat pelaku. Berbeda dengan cerpen, novel memiliki alur yang lebih luas dan jelas, perwatakan lebih dalam, dan setting yang beragam. Unsur-unsur dalam novel sama dengan unsur-unsur cerpen. Pada hakikatnya, cerpen dan novel adalah karya sejenis, hanya berbeda hal panjang dan pendeknya.
Dalam kesusastraan Indonesia, sudah banyak novel yang muncul sejak 20-an, seperti novel Siti Nurbaya, Salah Asuhan, Atheis, dan lain-lain. Novel Indonesia berkembang pesat denga ditandai meluasnya tema yang diangkat. Pada awalnya, tema pernovelan Indonesia hanya berkisah mengenai adat istiadat dan religuisitas saja. Namun, saat ini tema-tema seperti politik, sosial, wnaita, dan percintaan banyak dipilih para pengarang Indonesia.
Beragam tema yang diangkat membuat pengetahuan masyarakat menjadi beragam pula karena pembuatan novel selalu didasarkan pada observasi yang akurat sebagai latar belakang penguat cerita.
Kamis, 18 Agustus 2016
Contoh Pidato Pendidikan
Assalamualaikum Wr. Wb.
Hadirin yang saya hormati.
Dalam
kesempatan yang berbahagia ini marilah kita bersyukur kepada Allah SWT. Atas
segala nikmat serta hidayah-Nya yang telah dicurahkan kepada kita semua
sehingga pada kesempatan kali ini kita bisa hadir dalam acara peringatan hari
pendidikan nasional.
Hadirin yang berbahagia.
Dalam
mencari ilmu, Allah sendiri pernah menguji para Malaikat-malaikat-Nya. Bahwa
ternyata tidak ada seseorangpun di dunia ini yang mempunyai ilmu pengetahuan,
kecuali hanya Allah. Dan sebagian ilmu yang kita miliki ini adalah titipan
Allah. Bahkan Malaikat pun tidak akan memiliki ilmu pengetahuan, selain apa
yang telah diajarkan kepadanya. Oleh karena itu kita tidak boleh sombong dengan
pengetahuan yang kita miliki. Bahkan dengan apapun yang kita miliki tidak boleh
sombong.
Hadirin yang saya hormati.
Sebagian
dari keutamaan orang mencari ilmu adalah dimudahkan serta dibimbing melalui
jalan menuju kebenaran. Betapa pentingnya orang yang menuntut ilmu, sehingga
diberikan pengetahuan yang luar biasa. Peranan para tenaga pengajar juga
sangatlah penting. Sehingga orang yang bersamanya dukuk untuk menimba ilmu
pengetahuan darinya walaupun hanya satu jam saja itu lebih disukai oleh Allah
dari pada pahalanya dalam beribadah seribu tahun.
Hanya
itu yang bisa saya sampaikan, mudah-mudahan ada manfaatnya serta diberikan ilmu
yang bermanfaat dan di ridha’i Allah. Amiin
Wassalamualaikum Wr. Wb.
Kamis, 11 Agustus 2016
Makna Denotatif dan Konotatif
Assalamualaikum Wr.Wb
Majas Perbandingan ada 12:
Pada pembelajaran kali ini kebetulan saya belajar bahasa indonesia dan saya hanya ingin memposting tentang pelajaran Bahasa Indonesia dan
saya akan menjelaskan Sesuai yang diberikan oleh guru saya, berikut penjelasannya.
Makna Denotatif biasanya disebut Makna Harfiah (Asli dan sebenarnya)
Makna Konotatif biasanya disebut Makna Kiasan (Bukan sebenarnya)
Majas Perbandingan ada 12:
1. Metafora
Metafora adalah majas yang membandingkan benda satu dengan benda yang lain.
Contohnya: Pemuda adalah tulang punggung negara.
2. Personifikasi
Personifikasi adalah majas yang membandingkan benda mati seolah-olah hidup bernyawa seperti manusia.
Contohnya: Pulpen itu menari-nari diatas buku.
3.Litotes
Litotes adalah majas perbandingan yang merendahkan sesuatu.
Contohnya: Singgahlah digugupku kalau engkau tidak keberatan.
4. Hiperbola
Hiperbola adalah majas perbandingan yang berlebih-lebihkan sesuatu sampai-sampai tidak masuk akal.
Contohnya: Luas rumahku seluas samudra.
5. Alegori
Alegori adalah majas perbandingan yang bercerita singkat dengan menggunakan kata kiasan (Konotatif).
Contohnya: Rizal adalah bintang kelas. Otaknya bagaikan komputer yang bisa menyelesaikan soal matematika dengan cepat.
6. Simbolik
Simbolik adalah perbandingan yang menggunakan simbol atau lambang.
Contohnya: Laki-laki bersifat playboy.
7. Alusio
Alusio adalah majas perbandingan yang menggunakan sampiran pada pantun.
Contohnya: Dasar tua-tua keladi.
8. Metonomia
Metonomia adalah majas perbandingan yang menggunakan merek barang atau dagangan.
Contohnya: saya kesekolah menggunakan avanza setiap hari.
9. Sinekdokhe
a) Pars Pro Toto
Sebagian untuk seluruh
Contohnya: Ibu membeli dua ekor ayam.
b) Totem Pro Parte
Seluruh untuk sebagian
Contohnya: Kelas XII Multimedia 3 memenangkan lomba basket.
10. Eufemisme
Eufemisme adalah majas perbandingan yang menggunakan bahasa halus dan sopan.
Contohnya: Bapak itu diistirahatkan dari sekolah.
11. Antonomasia
Antonomasia adalah majas perbandingan yang menggunakan julukan atau kedudukan seseorang.
Contohnya: Sihitam itu selalu tersenyum melihatku.
12. Tropen
Tropen adalah majas perbandingan yang menggunakan julukan dengan kebiasaan orang itu.
Contohnya: Kamu berjalan kesana kemari seperti setrikaan saja.
Begitulah postingan saya kali ini dan semoga postingan saya
ini bermanfaat bagi kawan-kawan lainnya.
Wassalam
Wassalam
Kamis, 04 Agustus 2016
Memahami Iklan, Pidato dan Puisi
Iklan
Iklan ialah informasi yang disajikan lewat media massa, buletin atau surat edaran yang bertujuan untuk memberitahukan atau mempromosikan suatu barang atau jasa kepada khalayak untuk kepentingan bisnis, pengumuman, atau pelayanan publik. Iklan terdiri atas iklan keluarga, undangan, pengumuman, penerangan, niaga, lowongan pekerjaan, dan sebagainya.
Ciri-ciri bahasa iklan:
(1) Kalimatnya singkat; hanya menonjolkan bagian-bagian yang dipentingkan,
(2) Uraian bersifat informatif dan persuasif,
(3) Menggunakan kata-kata yang terpilih dan menarik perhatian orang untuk mengetahui, mencoba, atau ingin memiliki.
Pidato atau Khotbah
Pidato ialah aktivitas mengungkapkan pikiran, ide, gagasan secara lisan dalam bentuk rangkaian kata-kata atau kalimat kepada orang banyak dengan tujuan tertentu. Pidato biasanya dilakukan dalam acara-acara resmi, seremonial, dan pertemuan-pertemuan ilmiah.
Bagian-bagian pidato ialah seperti berikut.
1. Bagian pembukaan yang berisi:
(1) salam pembuka
(2) ungkapan sapaan
(3) puji syukur kepada Tuhan
(4) penegasan konteks pertemuan atau acara
2. Bagian isi berisi uraian pidato sesuai dengan yang telah direncanakan atau ingin disampaikan.
3. Penutup pidato, berisi:
(1) kesimpulan isi pidato
(2) harapan-harapan atau himbauan
(3) ucapan terima kasih dan permohonan maaf
(4) salam penutup
Beberapa hal berikut harus diperhatikan dalam menyimak pidato.
1. Simaklah isi pidato dengan saksama dari awal hingga akhir.
2. Pahami gagasan, pendapat, atau pesan yang disampaikan dalam pidato.
3. Ingatlah atau catatlah hal-hal penting yang terdapat dalam uraian pidato dan beri komentar.
Memahami Puisi
1. Pengertian Puisi
Puisi adalah salah satu bentuk karya sastra yang berbeda dari bentuk sastra lain seperti prosa dan drama.
2. Hakikat Puisi
ada tiga aspek yang perlu diperhatikan untuk memahami hakikat puisi. Tiga aspek tersebut, yaitu: sifat seni, kepadatan, dan ekspresi tidak langsung.
a. Sifat atau Fungsi Seni
Sebagai karya sastra, di dalam puisi harus terdapat unsur estetika atau keindahan. Unsur ini dapat dibangun dengan pemanfaatan gaya bahasa.
b. Kepadatan
Di dalam puisi, ungkapan yang ingin disampaikan tidak semuanya diuraikan. Puisi hanya mengungkapkan inti masalah, peristiwa, atau cerita.
c. Ekspresi Tidak Langsung
Selain mengandung nilai estetika atau keindahan serta bentuk pilhan kata dan tata kalimat yang mengandung pengertian yang padat, puisi juga merupakan media pengungkapan ekspresi secara tidak
langsung.
3. Unsur-Unsur di dalam Puisi
a. Tema
Tema adalah landasan atau dasar pijakan bagi penyair untuk mengembangkan puisi.
b. Perasaan /Rasa
Rasa adalah ungkapan atau ekspresi penyair kepada sesuatu yang dituangkan ke dalam puisinya.
c. Nada dan Suasana
Nada adalah bentuk sikap atau keinginan penyair terhadap pembaca. Apakah penyair lewat puisinya ingin memberikan nasihat, menyindir, mengkritik, atau mengejek pembaca.
d. Pesan atau Amanat
Pesan atau amanat adalah hal yang ingin disampaikan oleh penyair kepada pembaca lewat kata-kata dalam puisinya.
Iklan ialah informasi yang disajikan lewat media massa, buletin atau surat edaran yang bertujuan untuk memberitahukan atau mempromosikan suatu barang atau jasa kepada khalayak untuk kepentingan bisnis, pengumuman, atau pelayanan publik. Iklan terdiri atas iklan keluarga, undangan, pengumuman, penerangan, niaga, lowongan pekerjaan, dan sebagainya.
Ciri-ciri bahasa iklan:
(1) Kalimatnya singkat; hanya menonjolkan bagian-bagian yang dipentingkan,
(2) Uraian bersifat informatif dan persuasif,
(3) Menggunakan kata-kata yang terpilih dan menarik perhatian orang untuk mengetahui, mencoba, atau ingin memiliki.
Pidato atau Khotbah
Pidato ialah aktivitas mengungkapkan pikiran, ide, gagasan secara lisan dalam bentuk rangkaian kata-kata atau kalimat kepada orang banyak dengan tujuan tertentu. Pidato biasanya dilakukan dalam acara-acara resmi, seremonial, dan pertemuan-pertemuan ilmiah.
Bagian-bagian pidato ialah seperti berikut.
1. Bagian pembukaan yang berisi:
(1) salam pembuka
(2) ungkapan sapaan
(3) puji syukur kepada Tuhan
(4) penegasan konteks pertemuan atau acara
2. Bagian isi berisi uraian pidato sesuai dengan yang telah direncanakan atau ingin disampaikan.
3. Penutup pidato, berisi:
(1) kesimpulan isi pidato
(2) harapan-harapan atau himbauan
(3) ucapan terima kasih dan permohonan maaf
(4) salam penutup
Beberapa hal berikut harus diperhatikan dalam menyimak pidato.
1. Simaklah isi pidato dengan saksama dari awal hingga akhir.
2. Pahami gagasan, pendapat, atau pesan yang disampaikan dalam pidato.
3. Ingatlah atau catatlah hal-hal penting yang terdapat dalam uraian pidato dan beri komentar.
Memahami Puisi
1. Pengertian Puisi
Puisi adalah salah satu bentuk karya sastra yang berbeda dari bentuk sastra lain seperti prosa dan drama.
2. Hakikat Puisi
ada tiga aspek yang perlu diperhatikan untuk memahami hakikat puisi. Tiga aspek tersebut, yaitu: sifat seni, kepadatan, dan ekspresi tidak langsung.
a. Sifat atau Fungsi Seni
Sebagai karya sastra, di dalam puisi harus terdapat unsur estetika atau keindahan. Unsur ini dapat dibangun dengan pemanfaatan gaya bahasa.
b. Kepadatan
Di dalam puisi, ungkapan yang ingin disampaikan tidak semuanya diuraikan. Puisi hanya mengungkapkan inti masalah, peristiwa, atau cerita.
c. Ekspresi Tidak Langsung
Selain mengandung nilai estetika atau keindahan serta bentuk pilhan kata dan tata kalimat yang mengandung pengertian yang padat, puisi juga merupakan media pengungkapan ekspresi secara tidak
langsung.
3. Unsur-Unsur di dalam Puisi
a. Tema
Tema adalah landasan atau dasar pijakan bagi penyair untuk mengembangkan puisi.
b. Perasaan /Rasa
Rasa adalah ungkapan atau ekspresi penyair kepada sesuatu yang dituangkan ke dalam puisinya.
c. Nada dan Suasana
Nada adalah bentuk sikap atau keinginan penyair terhadap pembaca. Apakah penyair lewat puisinya ingin memberikan nasihat, menyindir, mengkritik, atau mengejek pembaca.
d. Pesan atau Amanat
Pesan atau amanat adalah hal yang ingin disampaikan oleh penyair kepada pembaca lewat kata-kata dalam puisinya.
Langganan:
Postingan (Atom)
